Pengalaman Pertama Cabut Gigi Berlubang di Puskesmas

Dalam kesempatan ini gue mau share tentang pengalaman pertama Cabut Gigi berlubang di Puskesmas beberapa hari yang lalu. Sebenernya niat ini udah ada sekitar 2 tahun yang lalu, namun karena keberanian gue yang nol besar. Akhirnya baru terealisasikan akhir bulan maret ini.
cabut gigi

Flashback sekitar 2 tahun yang lalu, saat pertama kali membersihkan karang gigi di puskesmas yang sama. Saat Bu Dokter membersihkan karang gigi yang udah numpuk itu, gue disarankan untuk mencabut gigi geraham bagian atas yang sudah berlubang cukup parah.

Tapi gue memilih untuk membersihkan karang gigi dulu, selain itu karena gusi gigi gue yang berlubang itu bengkak dan dianjurkan datang lagi minggu depan untuk proses cabut gigi. Dan..... 2 tahun kemudian gue baru datang. HAHAHA...

Baca Juga: Pengalaman Pertama Membersihkan Karang Gigi

Kenapa gue sampai 2 tahun baru berani cabut gigi? Ya karena gue takut. Terlebih pernah denger cerita klo cabut gigi itu bisa menyebabkan kebutaan. Pernah denger mitos cabut gigi itu kan?

Dari beberapa sumber yang gue baca, cabut gigi menyebabkan kebutaan itu adalah mitos. Karena faktanya saraf gigi dan saraf mata itu berbeda, sehingga tidak ada hubungan antara cabut gigi dan kerusakan mata.

Memang cabut gigi secara sembarang itu berbahaya, namun tidak menyebabkan kebutaan. Efek cabut gigi yang mungkin terjadi itu biasanya timbulnya infeksi yang mengakibatkan bengkak.

Intinya sih, klo lagi periksa gigi dan mau melakukan cabut gigi. Jika dokter tidak mengizinkan untuk pencabutan gigi ya jangan ngeyel. Karena dokter lebih tau mana yang terbaik buat pasiennya. Setuju gengs? :D


Pengalaman Cabut Gigi Berlubang di Puskesmas

Keberanian gue untuk cabut gigi salah satunya karena keterpaksaan, dipaksa oleh situasi dan kondisi. Ceritanya gini, sore harinya gue sebenernya gak ada niatan untuk cabut gigi. Namun karena gigi geraham yang berlubang pada bagian bawah itu terbelah menjadi 2 bagian, satu bagian tercabut dan satu bagian lainnya masih goyang-goyang aja digusi. Ngeselin kan?

Karena kejadian itu, pada pagi hari yang cerah gue terpaksa pergi ke puskesmas untuk periksa gigi. Gue yakin sih bakalan dicabut, soalnya udah goyang mulu dan sedikit sakit saat makan.

Jujur, saat mengambil antrian tiba-tiba jantung gue berdetak lebih kencang. Tapi mau gak mau gigi ini harus diperiksa, karena sangat tidak nyaman.

Beberapa menit kemudian nama gue dipanggil. Gue berjalan dengan penuh perasaan takut. Lalu sampailah gue di ruangan dokter.

"Kok baru dateng lagi, apa keluhannya sekarang?" Ucap Dokter menyapa gue sambil membaca buku riwayat sakit. Yups, terakhir kali gue ke puskesmas ini memang 2 tahun yang lalu saat membersihkan karang gigi itu.
"Umm... Iya bu. Gigi geraham bagian bawah saya goyang-goyang ini." Jawab gue sambil senyum-senyum.
"Coba diperiksa dulu, ya" Jawab Bu Dokter itu sambil melihat-lihat semua gigi gue.

Intinya sih, semua gigi gue diperiksa dan gigi bagian bawah yang goyang wajib di cabut. Selain itu gigi geraham berlubang pada bagian atas yang pernah menjadi PR gue selama 2 tahun lalu juga harus dicabut. Gue cuma bisa pasrah.

Dan keteganganpun semakin menjadi-jadi di sela dokter menyiapkan alat-alat yang mengerikan.

"Udah siap? Tarik nafas yang panjang ya. Gak sakit kok, kayak digigit semut." Ucap Bu Dokter itu sembari menyuntikkan obat bius.

Dalam hati gue berpikir, "Apa? Cuma digigit semut?!" Apakah ini hanya sebuah prank dari Bu Dokter agar gue bisa relax? Dan beberapa detik kemudian gerombolan semut menggigit gusi gue. Wadaw!

cabut gigi berlubang
Setelah proses penyuntikan bius dibagian gusi bagian bawah dengan ditemani asistennya. Bu Dokter siap mengeksekusi gigi gue. Dokter Gigi tadi terlihat sangat ambisius mencabut gigi gue, dan gue hanya bisa pasrah saja mulut gue dimasuki benda-benda aneh.

Beberapa menit kemudian, gigi geraham bagian bawah yang bergoyang berhasil dicabut sampai akarnya. Rasanya lumayan sakit, mungkin karena gue tegang dan takut kali ya. Hehehe...

Sambil menggigit kapas dan memegang gigi yang baru dicabut. Bu Dokter tadi menulis resep untuk diminum setelah pencabutan gigi dan menjelaskan gigi geraham bagian atas akan dilakukan pencabutan pada minggu depan. GOKS!


1 Minggu kemudian...
Setelah proses pencabutan gigi geraham bawah sukses minggu lalu. Gue cukup antusias untuk melakukan pencabutan gigi geraham atas karena tidak terlalu sakit seperti yang gue bayangkan.

Walaupun masih ada rasa takut, gue cukup pede mengantri di puskesmas untuk melakukan cabut gigi kedua kalinya.

Setelah menunggu cukup lama, nama gue dipanggil. Entah kenapa walaupun tadinya pede, tetep aja langsung berasa takut saat masuk di dokter.

Setelah beberapa menit melihat-lihat isi di dalam mulut gue, Bu Dokter tadi semakin yakin untuk melakukan proses cabut gigi saat itu juga. Dengan cepat menyiapkan peralatan untuk proses pencabutan gigi.

Hal yang utama tentu saja bius disekitar gigi yang akan dicabut dan dilanjutkan dengan cabut gigi. Walaupun gigi geraham bagian atas lebih besar, entah kenapa tidak berasa sama sekali. Gue cuma berpikir, kok cepet banget yak? Wkwkw...

Setelah diberi resep dokter, gue pulang ke rumah dengan riang gembira. Semoga gigi gue tetap sehat deh, dan ini menjadi pengalaman terakhir untuk cabut gigi. Aamiin. :D

Apakah Cabut Gigi Bisa Pake BPJS?

Bisa banget bro! Jadi untuk temen-temen semua yang memiliki BPJS dan mau cabut gigi. Langsung aja deh dateng ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Karena biaya cabut gigi gratis dan ditanggung oleh BPJS.

Nah, klo untuk membersihkan karang gigi tidak ditanggung BPJS. Coba langsung tanya ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk biayanya ya, karena setiap daerah memiliki biaya yang berbeda-beda.

Apa yang Perlu dipersiapkan Saat Cabut Gigi

Berikut ini beberapa persiapan sebelum melakukan pencabutan gigi. Yuk persiapkan agar proses cabut gigi berjalan dengan lancar.

1. Gigi Tidak Sakit
Jika gigi dalam keadaan sakit, dokter gigi biasanya tidak akan melanjutkan proses cabut gigi. Dalam hal ini, dokter gigi akan melakukan perawatan dahulu untuk gigi yang sakit, baru setelah itu proses pencabutan akan dilakukan.

2. Badan Fit
Tentu saja hal ini sangat dianjurkan untuk semua temen-temen yang ingin melakukan cabut gigi. Dimana dengan badan yang sehat akan lebih nyaman melakukan cabut gigi. Ini dimaksudkan agar kekebalan tubuh kita tetap terjaga setelah proses cabut gigi.

3. Makan Dulu
Untuk temen-temen yang mau melakukan pencabutan gigi diwajibkan makan dulu deh. Karena setelah cabut gigi selesai akan menimbulkan rasa tidak nyaman beberapa saat pada mulut.

Terlebih jika dosis bius masih bekerja. Gak berasa apa-apa lagi deh di sekitar pipi dan gigi. Bahkan gue cubit-cubit dibagian pipi dengan sekuat tenaga, gak berasa sama sekali. Aneh rasanya! HAHAHA...

Penutup

Untuk temen-temen yang mau melakukan pencabutan gigi karena berlubang. Jangan takut, gak sakit seperti yang dibayangkan kok. Untuk cabut gigi pertama kali, mungkin efek takut jadinya berasa banget sakitnya. Dan untuk proses cabut gigi yang kedua kalinya, rasa sakitnya bener-bener berkurang banget. Intinya sih keberanian dari temen-temen dan tentu aja konsultasi dokter gigi.

Oh iya, mungkin selanjutnya gue mau membersihkan karang gigi lagi deh. Ya mungkin akhir bulan. Klo sempet, bakalan gue share lagi di blog ini.

Okedeh. Segitu dulu cerita gue tentang pengalaman pertama cabut gigi berlubang di puskesmas. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih sudah membaca tulisan ini hingga akhir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel