Ciri Kota Maju di Indonesia! Semuanya Faktanya Buat Lo Merem Melek! :D

Kota merupakan kawasan pemukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan warganya secara mandiri adalah pengertian kota menurut wikipedia. Tapi simpelnya pengertian kota sebagaimana yang diterapin di Indonesia adalah satuan administrasi negara di bawah Provinsi.

Gue menulis ini bukan sok pintar atau kek mana, cuma sekedar share hasil pengamatan gue aja selama melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia. Ya walaupun baru beberapa doang kota besar di Indonesia yang udah pernah gue jelajah. Hehehe

Kota maju? Pasti lo sering denger sebuah kota bisa dikatakan maju atau malah dikatakan tertinggal. Apa sih sebenernya yang menyebabkan sebuah kota bisa dikatakan maju atau malah tertinggal?

Gue dan lo pasti sama-sama sepakat klo Jakarta, Bandung, Surabaya adalah salah satu kota maju dan masuk kategori Kota terbesar di Indonesia. Sepakat? Klo sepakat apa sih yang mendasari atau simpelnya apa sih ciri-ciri sebuah kota bisa dikatakan maju? :D
Gemerlap Monas, Kota jakarta
Jakarta!
Oh iya, Gue gak akan bahas ciri kota maju dari pertumbuhan ekonomi, inflasi kota, pendapatan orang-orang di suatu kota tersebut atau lainnya. Gue gak akan bahas itu, karena itu jelas data yang benar dan pasti gue gak mampu ngitung sendiri dengan keterbatasan gue. Klo ditulisan ini mah berdasarkan hasil pengamatan gue aja yang simpel dari sudut pandang yang lain dan lo juga bisa melakukannya sambil baca ini. Hehe *Padahal mah karena gak paham yang begituan. Maklum aja, pas kuliah sering ngelamun gak jelas! :D

Nah, dari hasil pengamatan saat gue itu. Gue menyadari, bahwa ditiap kota yang maju, memiliki banyak persamaan. Dan, setelah itu, gue berani menyimpulkan dalam tulisan ini. Anjir! Tulisan gue kok serius amat lah ya. Hahaha


Berikut ini Ciri Kota Maju di Indonesia



1. Kota Maju Pasti Banyak Tukang Gorengan

Tukang Gorengan adalah unsur yang paling wajib ada di setiap kota maju. Percayalah, kemanapun dan kapanpun lo berkunjung ke suatu daerah yang tingkat penjual gorengan banyak. Udah bisa dipastikan Kota itu masuk kategori kota maju atau bahkan salah satu kota terbesar di Indonesia. Percayalah!

Klo lo menemukan suatu daerah yang populasi penjual gorengan sedikit. Fix! Kota yang lo singgahi itu belum maju atau tertinggal atau bahasa halusnya masih berkembang. Hehehe


2. Kota Maju Pasti Banyak Bank

Yups, Bank adalah salah satu ciri kota yang maju. Bukan cuma satu bank aja loh, tapi ada beberapa bank dalam satu kota. Yakali klo cuma satu bank mah, semua kota di Indonesia maju. Bukan cuma perkotaan doang, setiap kecamatan yang bahkan agak terisolir pun ada Bank BRI. Salut nih sama Bank BRI.

Maksud gue bank-bank swasta, semisal Bank BCA, Bank Mega dan bank-bank lainnya. Coba deh diinget-inget, ada gak di daerah lo Bank Swasta atau bank besar lainnya?

Secara teori makin banyak bank di suatu daerah menandakan perputaran uang yang beredar baik itu menyimpan maupun mengeluarkan. So, udah pasti geliat perekonomian juga tinggi. Simpelnya gitu. ^_^


3. Kota Maju Pasti Banyak Pengamen Jalanan

Gue pernah ke maen ke Kota Cilegon yang bisa dikatakan salah satu Kota Terbesar di Indonesia dengan industri-industri besarnya ada disana. Gue mendapati pengamen jalanan yang mengerikan, gimana gak ngeri coba? Masak ya ngamen sampe ke rumah-rumah gitu. ngeri ya kan? Ya gue juga gak tau sih itu pengamen emang sering ke rumah-rumah gitu atau cuma pas gue kesana doang, tapi yang gue tau klo pengamen itu di tempat-tempat nongkrong atau bus atau lampu merah doang. Hehehe *Maklum aja, di tempat gue tinggal gak ada pengamen! Yups. Kota gue tinggal saat ini masih tahap berkembang. wkwkw

Gue makin meyakini klo kota maju pasti banyak pengamen jalanan. Gue gak tau kenapa, mungkin salah satu klo dibahas ilmu ekonominya sih gak ada lapangan pekerjaan yang membuat banyak pengangguran, daripada gak ada pemasukan. Ngamen aja gampang. Gak perlu pake ijazah plus tinggal genjreng. Hehehe

Intinya sih di suatu daerah jika banyak pengamen, bisa gue simpulkan daerah itu bisa dikatakan daerah yang maju yang menarik siapapun untuk mengadu nasib di daerah itu.

4. Kota Maju Pasti Banyak Gepeng (Gelandangan Pengemis)

Nah, ini hampir sama kek kek pengamen jalanan. Dengan gemerlap kota yang begitu mempesona membuat banyak orang untuk mengadu nasib, karena kalah bersaing demi memenuhi kebutuhan hidup mereka rela mengemis. 

Tapi gue liat makin kesini banyak yang ngemis karena passion dan hobi. Ya mungkin mereka sering denger kata-kata dari orang bijak seperti kek gini, "pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi/passion yang dibayar." :D


5. Kota Maju Pasti Polusi Udara

Gue dan lo pasti menyadari ini, dengan tingkat populasi yang semakin ramai, industri yang maju pesat dan transportasi yang semakin ramai membuat udara di sebuah kota akan tercemar. Ya polusi udara di kota-kota besar dan maju akan lebih tercemar daripada pedesaan. Selain udara yang segar di pedesaan, yang seger-seger lagi itu ceweknya loh. gak percaya? Sering-sering nonton FTV gih! Hehe

Ya, disatu sisi berdampak positif terhadap kemajuan sebuah kota, tetapi disisi lain ada dampak negatifnya. Salah satunya, polusi udara itu.


6. Kota Maju Pasti Sering dikunjungi Artis Nasional/ Internasional

Nah, ini adalah ciri keenam sebuah kota yang  bisa dikatakan maju. Yups, kota itu sering dikunjungi artis papan atas Indonesia sampe artis-artis luar negeri. 

Simpelnya dengan banyaknya artis mau berkunjung ke kota tersebut. Bisa dipastikan kota tersebut memiliki fasilitas transportasi yang baik, penginapan yang baik, keamanan yang baik, tempat wisata yang kece dan faktor pendukung lainnya. Simpelnya sih gitu. Hehe

* * *
Hmm.. Rasanya cuma itu deh yang bisa gue sampaikan. Gue memasukkan Ciri-ciri Kota Maju di Indonesia bukan tanpa sebab, gue tulis berdasarkan pengamatan gue aja. Klo lo ada tambahan lain yang lebih pedas dan renyah. Komen dong! ^_^



- - -
Source picture: https://www.trekearth.com/gallery/Asia/Indonesia/Java/Jakarta_Raya/photo1410086.htm

43 comments:

  1. Wah, analisis atas pengamatan lo ngocol juga. Ngakak pas baca bagian unsur yang bikin kota maju adalah banyaknya tukang gorengan. Anak pintar! Seratus untukmu. Di Kecamatan Balubur Limbangan tempat gue tinggal sekarang banyak tukang gorengan. Ada yang jual gorengan tradisional dari zaman dahulu kala yaitu bala-bala alias bakwan, sampai yang kekinian kayak ayam krispy. Padahal kala gue SMU dari tahun 1994-1997, yang jual gorengan mah di warung-warung. Gak ada gerobak gorengan lain apalagi ayam krispy. Belum ada yang demen atau tidak tahu, 'kali.
    Menurut gue, yang bikin kota maju adalah orisinalitasnya untuk jadi visioner. Yah, meski harus ada pengamen, gepeng, polusi, dan bla-bla lainnya.
    Soal artis, yah, itu 'kan bagan dari kota lainnya yang tak maju dan menciptakan artis yang melanglang di kota maju.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh. Gak kepikiran ayam krispi gue masukin. Kwkwk

      Maksud gue itu dalam satu daerah ada banyak tukang gorengan. Karena sempat masuk ke sebuah daerah yg nyari tukang gorengan susah bgt. Jadilah gue tulis aja. Wkwkwk

      Delete
  2. INI ANALISIS APA WOIIII!! HAHAHA
    Di kota gue hampir semua ada, cuma satu yang ga ada, ga terlalu banyak artis nasional/internasional yang datang.
    Berarti apa dong? Kota hampir maju?
    Oh blogger Cilegon ya? Kalo gue kesana, gue hubungin lu ya, siapa tau bisa ketemuan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue bukan blogger Cilegon bro. Sempat mampir aja beberapa waktu disana. Hehe

      Kan udah gue jelasin, gue susah nyari tukang gorengan, pengemis gak ada. Fix. Tempat gue tinggal sekarang masih berkembang. Hahaha

      Delete
  3. Apaan coba nyol???
    Ini sumpah survei terkonyol, pake ada penjual gorengan lagi, keterlaluan ini! XD
    Jadi kalau tiap 50m g ada penjual gorengan gagal jadi kota maju?
    Kalau tiap lampu merah g ada pengamen gagal jadi kota maju? Berarti kediri g masuk kota maju nyol. Ini kota kurang maju kalo dari indikator penelitian Prof. Dr. Bayolanesia, S.Pd,S.Pg

    ReplyDelete
  4. Nomer 1, bisaan ya mikir sampe ke gorengan wkwkw... bener juga sih. Makin banyak people, trus makin jadi metropolitan, jam 12 malem masih melek, laper, cari gorengan. :D Masuk akal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya ada yang setuju juga sama gue. Makasih kak. Hehehehe

      Delete
  5. ((banyak tukang gorengan)) Anjir ini ngaco sih. Muahahaha. Tapi bener juga sih. Kayakny di daerah Pare-Pare tukang gorengannya dikit. #sotoy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Goks! Makasih dukungannya dan sekaligus dikasih contoh realnya. :D

      Delete
  6. Pas baca nomer 1 sama 2 mulai seneng nih, dalem ati ngomong : "Yes, kotaku masuk ke ciri-ciri kota maju". Eh tapi pas baca nomer 3 kebawah kok jadi semakin ragu. Lha kayaknya di daerah Purworejo belum sebanyak itu sih. Mana sepertinya ngga ada artis yang mampir lagi. Pol-polan cuma lewat doang gegara mau ke Jogja / Magelang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan lah, jadi kota yang dilewatin banyak artis. Minimal tiap hari nongkrong pinggir jalan liat artis. :D

      Delete
  7. Pacitan cuma nomor 1 doang ini. Dan emang bener, masih dalam tahap berkembang..
    Tambah 1 lagi, ciri kota maju itu ada banyak mall. Lha di Pacitan gak ada satupun mall.
    Tapi enak, gak ada pengamen. Ada sih pengemis, tapi nggak banyak. Mungkin karena emang tahap berkembang, gaji pengemis dan pengamen di Pacitan tidak mampu mencukupi kebutuhan mereka. Di bawah UKM gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih informasinya kisanak! Lanjutkan pencarian informasi. Laksanakan!

      btw, pacitan itu masuk jateng apa jabar ya? Ehe

      Delete
  8. Untuk poin 1,2,3 dan 6. Kota gue masuk, ki. Tapi, yang 4 dan 5 keknya nggak.

    Yah.... Gak jadi kota maju dong... hahahaha. Sebenarnya kalo gorengan jadi patokan, kebayang aja di Amerika banyak tukang goreng dulu baru disebut kota maju. hahahahah.

    Emang penelitian lu selalu ngaco, ya nyol... NGakak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ngaco bang. Cuma beda cara pandang aja. Hihihi

      Delete
  9. Setuju sih, apalagi itu tukang gorengan..haha
    Aku rasa setiap pergi ke kota-kota tertentu selalu aja ada tukang gorengan :D

    Dan selalu beli juga. Hanya saja setiap kota berbeda harganya, di Jogja sendiri saat ini masih ada yang 500 rupiah, ada juga yang 800, 1000, bahkan ada yang sape 2000/satu gorengan. Ya begitulah, semakin maju justru semakin mahal, ya nggak sih? :D

    Apalagi pengamen, beuh males banget, suka ada yang maksa, merayu gitu. Ah, ngeselin beneran..ha
    Kalau artis biasa juga gitu, terlebih disaat mereka libur syuting. Pasti banyak tuh..

    Ini juga sama seprti yang aku alami sih. Bisaan nganalisisnya..haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jogja mah rasanya semua yang gue sebutin ada deh. Hehehe

      Yakin masih ada gorengan harga 500? Segede apa tuh gorengannya. HAHAHA

      Delete
  10. Pingin gue siram bom molotov baca poin pertama -_-
    udah kebawa serius, ekspektasi gue dihancurkan begitu saja.

    Yang setuju banget, masalah bank sama gepeng.
    Ini analisis yang mantap dan mencerahkan, bisalah jadi bahan obrolan sama temen2 gue di otak. Masuk akal.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisan kek gini aja bisa mencerahkan. Jadi terharu! HAHAHA

      Plis. Jangan maen bom molotov. Bahaya!

      Delete
  11. Kalo ada yang maju berarti ada yng di belakang juga dong, klo kota belakang tuh gimana? Hehe, tapi emang kota yng metropolitan tuh biasanya ironis, yng mewahnya tuh mewah banget, gepengnya juga banyak... Nggak bisa rata gitu perekonomiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue belum mikirin kota yang terbelakang itu kek mana. Ada ide? :D

      Delete
  12. wkwk kacau kacau,fact yak,tapi menghibur nih wkwk...udah riset berapa lama tuh?pakai pendekaan apa?kumpulin data pake metode apa? waduh hati2 bisa hoax :v wkwk canda mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengamatan mata dengan metode melihat langsung ke lapangan. Semoga membantu. Hehe

      Delete
  13. apaan nih -__- tak kira beneran bang hahaha ternyata ciri-cirinya ngawur. tapi mungkin ada benernya juga sih. kalo gitu berarti pekalongan belum bisa disebut maju :( poin terakhir nggak ada di pekalongan.

    eh tapi nggak mau juga pekalongan jadi maju dengan ciri-ciri yang kayak gini wkwkwk. semoga majunya dengan ciri-ciri yang lain.

    ReplyDelete
  14. Wow pengamatan yang luar biasaaaa, out of the box, hihihi... gue enggak akan mikir sejauh itu sih. Terutama poin nomor satu... Hahaha...

    Ternyata isi kontennya juga sesuai sama nama blognya yaa... banyolanesia, ngebanyol semuaaa... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah baca tulisan ini langsung mikir out of the box juga ya kak. Hahaha

      Delete
  15. Tukang gorengan haha, tapi bener juga sih, soalnya junk food gitu memang banyak di kota maju, sayangnya gak save lah buat kesehatan

    ReplyDelete
  16. Pas ngebaca yang nomor 1 sempat nnngggg.. Masa iya sih kota maju pasti banyak penjual gorengan? Hehehe
    Yang lainnya sih masuk akal..
    Tapi kalau untuk sering dikunjungi artis nasional maupun internasional ngak juga.. Menurut saya loh ya..
    Soalnya kadang mereka lebih memilih tempat yang sepi agar bisa menikmati liburan dan beristirahat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo Artis ibukota biasanya nyari tempat liburan yang sejuk dan gak rame, udah pasti itu di desa. hehe

      Delete
  17. yoi, selain punya banyak hal baik kota maju juga punya banyak hal buruk. Entah mengapa, masalah-masalah dan kekumuhan itu nggak pernah sirna meskipun di label kota yang maju sekalipun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya begitulah problematika kota maju. #Halah

      Delete
  18. Di mana pun pasti ada gelandangan dan pengemis, sih. Nggak mesti di kota maju. Yang tukang gorengan berlakunya untuk kota di Indonesia aja? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, nggak fokus. Kan emang bahas Indonesia. Wqwq.

      Delete
    2. Nanya sendiri, jawab sendiri. Terus gue ngapain komen pula. HAHAHA

      Delete
  19. Wah kota gue bukan kota maju, karena ga ada artis internasional masuk he...nasional saja sedikit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwwkwk... Sabar ya kak. Nanti juga maju kok. :D

      Delete
  20. Guud analisisnya......
    Mencengangkan dan bikin ngukuk.....wkwkwkwk

    Lama-lama kalo gini pengemis bukan passion lagi gan. Tapi "Style of new generation"
    Wkwkwk
    .
    Btw salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, mungkin bisa jadi tuh. Pengemis itu style of new generation! :D

      Delete
  21. Kalau di Sumatera ada Kota Medan, Palembang dan Lampung yang dianggap sebagai kota besar. Di Sulawesi ada Makassar. Gue setuju sama point nomor 5 sama 6. Tapi untuk point nomor 1 dan 2 rasanya agak nganu gitu ya. Di daerah gue, bank swastanya banyak. Penjual gorengannya juga banyak. Tapi kesannya jauh dari kota maju. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan jauh, berat. Deket aja gih! :D

      Yaudah lah kak. Mungkin analisis gue kurang jos. Next time bakalan gue perbaikin lagi. Eh iya, apa lo yang gak jos menilai ya? wkwkwkw

      Delete

Support gue dengan komentar ya, bro!
Blog ini bukan apa-apa tanpa komentar kalian... :))))