Hati-Hati Ada Punjungan Berbahaya

Rizki bisa datang kapan dan dimana saja, sebagai makhluk-NYA yang taat kita wajib bersyukur dan tetap berusaha untuk mendapatkan rizki tersebut. Patut diingat, Rizki yang gue maksud ini bukan Rizki pemilik tembang kesempurnaan cinta yang begitu terngiang beberapa bulan ini. Jujur, gue takut kalah ganteng klo bahas si Rizki.. haha

Tulisan gue kali ini juga tentang rizki yang tidak di undang, malah keluarga paman gue yang dapet undangan nikahan. Upss.. maaf bagi yang baru di tinggal mantan nikah, gue harap kalian tetep tabah dan terus baca cerita gue. Cup.. cup... cup...

Ceritanya, 2 hari yang lalu gak ada hujan, gak ada badai gak ada cabe-cabean. Ada 2 orang yang berboncengan motor berhenti di depan rumah. Kedua cowok itu kemudian membuka helm sambil mengurai rambut. Dengan sedikit bantuan angin membuat rambut mereka yang panjang nan terurai seperti naga terbang hasil karya sinetron indosiar. Apalagi satu temen yang tidak memiliki rambut alias gundul. Uraian dan kemilau bak lampu taman. Sangat indah dan mempesona bukan? Mereka layaknya model papan atas yang berjalan di atas panggung. Tapi dalam hati gue cuma mikir, lo baru mabok lem aibon ya? Haha...

Saat gue dan kedua orang tadi berhadapan. Gue merasa ada cakra negatif muncul. Sontak membuat mata gue fokus ke kedua mata mereka. Mata kanan untuk melihat cowok berambut panjang dan mata kiri untuk melihat cowok berkepala botak. Dengan satu kedipan mata, gue terjatuh dan tersungkur di lantai. Agak lebay si, maksud gue karena terlalu fokus ke mereka berdua, buat mata gue sembelit dan akhirnya kaki gue nyeruduk tong sampah. Tanpa komando, gue terjatuh. Goblok emang! Haha...

Fokus ke cerita, karena gue gak mampu untuk berhadapan dengan keduanya sekaligus, langsung aja gue panggil paman gue yang kebetulan di rumah. Namun dalam hati gue bilang.
"kampret lo tong sampah, bikin gue malu aja. Sampah lo!!"
Tong sampah tiba-tiba bersuara "Gue ini emang tempat sampah bego!"
Mendengar hal itu membuat gue cengar-cengir kayak orang bego yang abis terkena kutukan tong sampah.

Beberapa menit kemudian paman gue masuk membawa makanan. Yups... Punjungan nikahan. Dalam hati, rizki jadi pengangguran mau makan enak mah gini, nunggu ada punjungan... Haha...

Dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Gue buka punjungan tadi, langsung gue liat semua makanan yang langsung membuat air liur gue netes. Untung langsung gue lap air liurnya, karena klo gak langsung gue lap. Pulau Jawa bisa tenggelam terkena air liur gue. Mengerikan bukan! Hehe...

Gue liat ada ayam, telor, ikan dan mie dan lain sebagainya. Gue langsung ambil nasi dan langsung mengambil potongan ayam bagian dada. Jadi inget pas lagi makan bareng-bareng sama temen gue. ada temen cewek yang nanya mau bagian apa. Sontak cowok temen gue bilang dada sama paha. Walaupun terkesan biasa aja, efek nonton hentai jepang dan pikiran kotor lainnya. Buat gue dan temen-temen mikir berbau seks. Dalam khayalan kami (cowok sedikit bejat), cewek yang nanya tadi sejenis penjaja tubuh. Somplak emang, jangan di tiru.

Lanjut ke cerita, gue pun melahap dengan romantis setiap lekuk dada tadi. Gue remes, emut, jilat kadang gue pelintir sambil sedikit desahan saat melahapnya. INGET! Ini dada ayam, jangan mikir yang lain kayak dada duo serigala yak. *Upsss keceplosan...

Saat hampir habis nasi dan dada ayam. Gue pun terkejut melihat ada yang bergerak dalam dada ayam itu. Gue amati dan amati lagi. Gue semakin yakin klo yang bergerak itu sejenis belatung. Bentuknya mirip ulat berwarna coklat dan ukurannya sangat mini. Sumpah gue gak bohong!

Sontak buat gue mual gak karuan. Mau gue muntahin tapi gak tau caranya. Langsung aja sisanya tadi gue buang. Dalam hati mikir, kenapa pas mau habis gue liatnya, kenapa gak dari awal.

Jujur, gue kepikiran sama belatung itu mulu klo makan sampe saat ini. Gue gak nyangka, lauk pauk punjungan malah ngeri gini. Sadis amat ya yang tega melakukan hal ini. Ini gak layak untuk di konsumsi, damn... damn... damn...


Esok harinya, mungkin efek belatung yang masuk ke perut. Gue sering banget masuk kamar mandi sambil bersemedi plus pup. Hebatnya lagi gue tahan lama dalam wc. Gue semakin yakin, ini efek makanan kemaren yang sangat tidak layak. Dari situ, gue gak akan rakus lagi klo ada makanan dari punjungan. Gue trauma! Damn!

Sumber Gambar klik disini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel