Dulu Seperjuangan, Sekarang Sebunuhan!

Cerita ini di mulai hari senin pagi kemarin, tepatnya tanggal 14 Maret 2016. Kejadian ini bermula saat meja di kamar gue bergetar. Bergetar bukan karena gempa, bukan kok. Ini karena HP gue ada pesan singkat. Gue dengan lembut membuka HP satu persatu.

Setelah membacanya, gue spontan jungkir balik di kasur. Gue girang, ya sangat girang karena pesan singkat tadi dari nomor perusahaan yang gue tuju, tepatnya salah satu bank swasta yang lagi berkembang pesat dengan inisial CIMB-Niaga. Isinya si hari selasa gue di suruh tes selanjutnya. Pastinya seneng dong bisa masuk ke tahap selanjutnya. Kembali jungkir balik dan salto di kasur dan akhirnya kepentok di tembok.

Namun, di satu sisi gue bingung karena belum memiliki pengalaman untuk tes ini. Sebagai seorang blogger, gue pun berharap ada temen-temen sesama blogger yang share tentang pengalaman megikuti tes di bank yang gue jelaskan di atas. Dengan bantuan kakek google, gue menemukan beberapa pengalaman yang bikin gue ngangguk angguk mengiyakan setiap ceritanya. Semakin bercerita semakin gue minder, karena jelas yang terpilih adalah yang benar-benar berkualitas. GUE? Apanya yang berkualitas ya! Mungkin salah satu kualitas yang gue miliki adalah pengangguran dengan akreditasi A dan sudah bersertifikat SNI. haha

* * *
Singkat cerita, hari selasa pun tiba. Pagi harinya dengan sangat tidak biasa gue mandi pagi. Anjirrr... dingin banget! Efek udah terlalu lama mandi pagi ya gini...
Setelah mandi, gue langsung mempersiapkan berkas yang mereka minta. Harap-harap cemas, namun gue selalu berpikir positif klo gue bisa, ya gue bisa!

Gue melihat jam, dan waktu menunjukkan jam 7 pagi. Ya memang gue tes di sesi kedua, di undangan via HP menunjukkan pukul 11 siang. Tapi gue harus berangkat pagi. Karena perjalanan dari rumah gue ke tempat tujuan cukup jauh. Dengan kecepatan rata-rata 60km/jam mampu membuat gue sampe tempat tujuan dalam 1 jam 30 menit. Gue bukan gak bisa ngebut, tapi pesen orang tua. Gak boleh ngebut-ngebut di jalan. Gue kan anak baik-baik, harus patuh sama orang tua. Haha *Ngeles karena gak berani ngebut... hehe

Selain itu, kenapa gue harus berangkat pagi. Gue mau ngeprint dan copy berkas-berkas. Gue takut mati lampu atau hujan deres. Beberapa hari belakang, ini sering terjadi di daerah gue. Klo gue kedapatan belum ngeprint berkas atau fotocopy. Sama aja gue udah mati sebelum berperang... amsyong pokoknya...

Setelah semua keperluan siap. Gue pun bergegas berangkat dengan si Vega. Motor kesayangan gue. *Kecup basah untuk si Vega... ^_^

Beberapa menit kemudian, gue sampe tempat tujuan sekitar jam 10an. Gue udah selesai ngeprint dan copy berkas. Gue akhirnya berhenti di salah satu tempat parkiran. Gue yakin ini tempatnya, namun hati gue sedikit resah mendesah apakah gedung ini yang dijadikan tempat tes. Agar hati gue tenang, gue pun tanya sama satpam di tempat parkiran.

“Pak... ini bener aula A ya? tempat tes bank?” Tanya gue.
“Bukan mas... di sebelah sana yang tempat tes bank.” Jawab satpam sambil menunjukkan tempat.
“Anjirrr... Gue salah!! Pertanda apakah ini!!” Pikiran gue pun berbicara seperti tidak ada yang mengendalikan. Karena malu, gue pun akhirnya permisi untuk menuju tempat tes.

Akhirnya gue sampe tempat tujuan. Gue parkir di bawah pohon yang rindang. Gue gak tau jenis pohonnya apa. Tapi dari yang gue liat pohon ini memiliki batang, daun dan ranting. *Yaiyalah! Semua pohon juga kayak gitu.

Setelah parkir motor. Gue bingung harus kemana. Akhirnya gue beranikan bertanya ke salah satu peserta tes. Gue bisa yakin itu peserta tes, itu terlihat di jidat mereka terdapat huruf P alias pengangguran. Haha

Dari penjelasan peserta tes, gue harus mengantri untuk absensi dan menyerahkan berkas-berkas. Baru setelah itu, tes di ruangan. Saat gue mengantri, tiba-tiba ada yang memanggil gue dari kejauhan. Gue pun menoleh ke sumber suara dan ternyata itu temen sekampus. Lebih tepatnya lagi teman sekelas saat berjuang bersama ngerjain yang namanya SKRIPSI. Seperti layaknya teman lama yang jarang bertemu. Gue melepas rindu dengan temen, sebut saja si Roni (nama gue samarkan).

Baru beberapa saat gue ngobrol. Gue dikejutkan temen-temen seperjuangan berada disini. Kira-kira berjumlah 10 lah. Anjir banget, klo mikir dulu kita semua saling support dalam berjuang untuk meraih sarjana, namun sekarang kita bagaikan musuh yang saling menikam, bahkan saling membunuh!

Beberapa saat kemudian. Panitia dari pihak bank memberikan informasi, sesi kedua akan segera di mulai. Dengan berdesak-desakan gue jalan menuju pintu utama. Kami (peserta tes) layaknya musuh yang saling sikut, saling tendang, kami seperti hewan buas yang kelaparan. Mengenaskan sekali!

Kurang lebih ada hampir 200 orang yang hadir. Gue lihat kanan kiri, temen seperjuangan gue menghilang. Mungkin sudah saatnya kita (gue dan temen seperjuangan) menjadi musuh dan saling bunuh.

Saat sudah di dalam, gue gak langsung tes. Melainkan ada penjelasan tentang perusahaan bank tersebut. Ya sejenis promosi yang di kemas kayak kuliah umum atau seminar gitu lah. Gue sampe ngantuk dengerinnya (efek otak udah lama gak mikir, jadinya lemot dan akhirnya ngantuk deh).

Beberapa menit kemudian. Tepat jam setengah 12 siang. Akhirnya tes di mulai dengan soal psikotest. Jujur psikotest ini bisa dibilang gue bisa dan yakin bener. Namun lama kelamaan liat soal. Mata gue pusing, perut gue mumet apalagi di dukung suhu udara yang panas. Efek AC mati karena mati lampu. Mungkin tuhan mendengar doa gue kali ya, selang gue ngeluh tiba-tiba hujan deres dengan sederes-deresnya. Suhu ruangan pun dingin seketika. Setelah gue selesai mengerjakan soal, panitia pun memberikan bahwa waktu telah usai.

Gue enjoy dan optimis bisa masuk. Sampe akhirnya soal kedua pun muncul. Soal yang memupus optimisme gue. Ya kali ini soal bahasa inggris. Apalagi ada jenis soal structure, klo reading and vocabulary si masih bisa dikit-dikit. Klo jenis soal structure, gue ampun-ampun deh... #RIPenglish...

Hujan samakin deras, listrikpun sudah menyala yang membuat ruangan semakin dingin dengan AC yang kembali menyala. Namun itu semua seoalag tidak mampu berbuat banyak. Karena gue takluk oleh bahasa inggris, utamanya jenis soal structure.
Saat gue masih kurang 7 soal yang di isi. Tiba-tiba terdengar bahwa waktunya habis. Dengan spontan gue mengisi semua. Entah apa yang gue isi. Ya minimal gue berharap semoga keberuntungan hari itu berpihak pada gue. Semoga!

Setelah semua terkumpul, panitia memberitahu bahwa pengumuman akan segera di pasang di pintu utama, sekitar jam 4 sore. Gue liat jam menunjukkan pukul 2 siang, gue bergegas untuk solat zuhur dan di lanjutkan makan.

Jam 4 akhirnya datang juga. Gue liat langsung ke depan pintu ada beberapa lembar kertas. Gue liat tidak ada nama gue dan temen-temen gue. Gue sedih karena gue dan temen gak ada yang masuk. Tiba-tiba temen gue bilang, itu pengumuman untuk sesi pertama. Untuk sesi kedua bentar lagi katanya. Gue sedikit tenang dan berdoa kembali.

Tiba waktunya pengumuman sesi kedua di tempel. Gue dengan antusias melihat itu. Terlihat banyak sekali muka-muka kecewa setelah melihat itu. Gue pun mencari nama gue, dan kembali tidak ada gue. Namun ada nama temen gue disana berjumlah 2 orang.

Hari itu gue belajar tentang sikap manusia (terutama gue). Bila gue dan temen-temen gue gak lulus gue sedih, namun bila temen gue lulus tanpa gue. Gue lebih sedih lagi.

Setelah itu gue langsung pulang menuju rumah dengan membawa kekecewaan.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel