Pengalaman Pertama Jadi Pemateri


Cerita gue kali ini kira-kira dimulai seminggu yang lalu. Saat ada pesan singkat yang masuk ke HP gue. Biasanya si gue acuh klo denger nada SMS. Ya acuh, biasanya kan yang SMS cuma promo-promo dari operator atau sms penipuan kayak yang gue posting kemaren (Klo pada penasaran sama postingannya langsung klik disini).
Maklum lah, zaman sekarang udah maennya via chating aja. Akan tetapi setelah gue buka SMS, ternyata dari humas organisasi kampus yang pernah jadi bagian hidup waktu gue mahasiswa dulu. Kayak gini lah kira-kira SMSnya.

“Assalamualaikum kak, kami ingin mengundang Kak Rifqi untuk menjadi pemateri dalam acara kami besok? Bisa kan kak?” tanya humas via pesan singkat.

Gue gak langsung jawab pesan singkat ini, bukan karena gak ada pulsa. Gue bingung harus jawab apa. Klo gue terima gue kan belum punya pengalaman plus demam panggung juga. Terus klo ditolak gue gak punya alesan untuk menolaknya. Sebenernya si bisa aja nolak, tapi masa iya gara-gara ini gue bohong kan. Tiba-tiba muncul bisikan halus di telinga gue.

“Bohong itu perbuatan yang tidak baik dan dosa lho, mau kamu punya dosa?” ucap peri putih yang tiba-tiba muncul di telinga kanan.
“Udah gpp kali bohongnya juga cuma sekali. Paling juga dosanya kayak batu krikil. Jadi gpp lah segitu mah!!!” timpal peri hitam yang tidak suka dengan bisikan peri putih.
“Jangan bohong, jangan ikutin peri hitam itu!” ucap peri putih lagi.
“Bohong kayak gitu gak dosa kok, jangan dengerin peri putih itu.” Seru peri hitam murka.
“Udah diem kalian berdua!! Gue bingung harus milih yang mana. Sampe tiba-tiba gue punya ide. Oke, gue akan nurutin salah satu dari kalian. Gue mau kalian duel dan yang menang. Gue akan turutin perkataan kalian.” Ucap gue sambil mikir lumayan lah tontonan gratis.
“Baiklah..!!!” seru mereka berbarengan.

Pertandingan seru pun di mulai.
Terlihat peri hitam membabi buta menyerang. Peri putih pun hanya bertahan dan terlihat mengumpulkan kekuatan. Melihat hal itu, peri hitam pun terus menyerang tanpa henti dan semakin ganas. Namun di waktu peri hitam mulai kelelahan. Peri putih dengan sekali serang “KAMEHAME” milik Son Goku bisa mengalahkan peri hitam tadi dengan mudah.

Karena gue udah melakukan kesepakatan. Sebagai pria sejati akhirnya gue bales pesan singkat tadi dan bilang bersedia menjadi pemateri. Dalam hati gue mikir, sialan kayak film-film aja, yang jahat awalnya aja yang menang, ujung-ujungnya yang baik selalu juara. Lalu dengan sekejap mata peri-peri tadi lenyap seketika dari hadapan gue. Gue hanya bengong mengingat kejadian tadi.

Ditengah gue bengong gue mulai memikirkan masalah baru yang muncul. Gue belum pernah sekalipun jadi pemateri. Jangankan jadi pemateri acara beginian, presentasi tugas di kelas aja gue grogi banget. Klo inget waktu berdiri presentasi di kampus. Gue langsung grogi dilanjutkan keluar keringet dingin yang netes terus. Mungkin bisa banjir klo gue kelamaan presentasi depan kelas.

Ah apa boleh buat, gue juga udah menerima jadi pemateri. Selain karena udah janji dengan peri putih, gue juga pengen belajar ngomong depan forum. Namun gue juga beneran takut and grogi.
Huhhh... *narik nafas panjang...
Sedikit demi sedikit gue mulai memupuk rasa percaya diri. Namun hari-hari menuju hari minggu sebagai pemateri gue lalui dengan kegalauan dan kebingungan. Ya galau dan bingung, karena takut di depan peserta malah bengong kayak orang bego terus pingsan dan dilanjutkan kejang-kejang di lantai. Pikiran bodoh macam apa ini. Semoga gak separah itu deh.

* * *
Akhirnya, hari minggu pertama di bulan februari yang gak gue tunggu pun telah tiba. Jika kebanyakan orang bersuka cita dengan yang namanya hari minggu. Klo gue gak pengen ada hari minggu untuk kali ini. Pengen rasanya menghilangkan hari minggu dalam kalender bulan februari.

Namun gue pikir-pikir klo gue ilangin pasti seluruh buku pelajaran, perhitungan-perhitungan tentang tata surya, atau yang lainnya pasti akan di ganti. Mungkin dunia akan menjadi sangat kacau akibat kelakuan gue. Mungkin setelah itu gue di kecam dunia dan siap di bunuh. Gak mau dong gue lakukan itu semua, gue pun mengurungkan niat untuk menghilangkan hari minggu ini. Guepun harus ikhlas untuk menyambut hari minggu kali ini dengan cuaca mendung. Ya memang minggu pagi ini diselimuti mendung yang sepertinya langitpun tau bahwa gue lagi galau untuk menyambut hari ini. Sebelum gue berangkat, gue sempetin bales komentar di blog dulu. Ya karena gue dapet jatah abis zuhur untuk ngisi acaranya. Gue perkirakan perjalanan satu jam setengah, karena letaknya deket kampus gue dulu.

Singkat cerita, gue akhirnya sampe tempat tujuan. Gue masuk dan di sambut ramah oleh adek-adek tingkat. Jujur waktu itu jantung gue bener-bener mau copot. Satu hal yang gue pikirin dan takutin, gue berdiri di depan banyak orang dan tentunya gue grogi, keluar keringet dingin yang membanjiri isi ruangan. Mengerikan sekali...
Tapi gue tetep berpikir positif aja dah semoga gue bisa melakukannya dengan baik. Aamiin... *yang mampu gue perbuat saat ini hanya menyemangati diri sendiri.

Nama gue pun di panggil. Layaknya model majalah playboy gue pun menuju sumber suara dengan muka sok keren. Inget, gue bukan menuju sound systemnya ya! Gue menuju tempat MC yang lagi ngoceh.
Tanpa basa basi MC pun mempersilahkan gue langsung mengisi acara. Perasaan gue pada saat itu bikin jantung gue berdetak lebih kencang. Tatapan mata dari para peserta buat  kebiasaan lama gue muncul, ya keringet dingin pun muncul.

Pada saat itu yang gue liat bukan lagi seperti manusia normal, mata para peserta terus melotot hingga mau keluar seperti zombie yang pernah gue liat di film. Gue pun mulai bingung harus bicara apa lagi. Gue mulai menutup mata sejenak, sontak semua peserta heran. Bukan tanpa maksud gue melakukan hal itu, gue pengen berkonsentrasi agar lebih fokus, dan hasilnya lumayan juga. Lumayan biki ancur acaranya.

Pada saat menyampaikan materi, dengan sengaja nada and tempo bicara yang santai gue pilih, dengan tempo santai gue bisa merangkai kata-kata yang akan gue gunakan selanjutnya. *klo nada bicara keras juga biasanya kan tim sukses klo lagi ada pemilihan kepala daerah. :P
Sampe pertengahan, gue buntu mau bilang apa. Dengan biadab gue tunjuk salah seorang peserta yang lagi bengong untuk menjawab pertanyaan gue. Sontak peserta tadi mukanya berubah jadi udang rebus. Agak sadis si emang, menunjuk peserta yang tak berdosa sekaligus bikin sibuk mereka biar gue inget yang mau gue omongin lagi. Hahaha

Sampe akhirnya, gue di kasih kode bahwa waktunya sudah selesai. Inilah hal yang paling bahagia. Kayak lagi lebaran campur ulang tahun campur agustusan deh bahagianya. Gue pun langsung menyerahkan semuanya kepada MC. Akhirnya kelar juga ngisi materi. Walaupun belepotan ngomong and grogi tapi minimal ini pengalaman pertama.

Setelah itu gue langsung pamit pulang menuju rumah. :)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel