Indonesia Darurat Sampah


Kemarin tepat tanggal 21 Februari 2016 ramai diperbincangkan tentang sampah di berbagai media di Indonesia. Disini yang gue ceritakan bukan sampah masyarakat kok, jadi gak usah takut tersinggung :P
Agak terlambat ngepos memang. Tapi biarlah ya, yang penting khasrat gue tersalurkan lewat tulisan ini.

Akhirnya kemaren ini, dengan kuota yang sudah menipis. Gue pun penasaran kenapa tanggal 21 yang dijadikan hari sampah nasional. Gue pun mulai mencari-cari bukti layaknya detektif sedang memecahkan kasus pembunuhan. Tapi disini gue gak pake jaket item, topi, atau perlengkapan ala detektif kok. Gue belum sanggup belinya.

Setelah beberapa saat, akhirnya gue menemukan fakta bahwa tanggal 21 ferbruari di jadikan hari sampah itu karena peristiwa yang cukup mencengangkan. WOW.!!

Hari sampah nasional merupakan peringatan untuk mengenang peristiwa di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah. Tau gak TPA Leuwigajah dimana? Klo gak tau berarti saat maen kalian sok bersih and gak mau kotor. Padahal berani kotor itu baik, terus klo kotor pake deterjen itu. *Kok jadi iklan yaa..

Pada kejadian di TPA Leuwigajah itu, sampah menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa hampir sekitar 157 jiwa. Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnyanya dua kampung (Cilimus dan Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsor sampah dari TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat yang terjadi pada 21 Februari 2005. Tragedi ini memicu dicanangkannya hari peduli sampah nasional yang di laksanakan setiap tanggal insiden kejadian. Gimana? Udah mulai kotor kah otak kalian oleh pengetahuan ini?

Tidak hanya berkotor di dunia nyata, Bahkan di sosial media menjadi trending topik. Para netizen berbondong-bondong ikut meramaikan hastag #BebasSampah2020. Sebagai pengguna twitter yang aktif dengan followers masih sedikit. Gue pun ikut berpartisipasi dalam hastag tersebut. Tujuan gue ikut berpartisipasti pun terbilang cukup mulia, yaitu agar akun gue banyak di follow temen-temen yang berpartisipasi dengan hastag. Klo kalian punya akun twitter. Follow ea kakak twiiter gue ini @banyolanesia. Thanks ^_^

Kesimpulan yang terlintas tentang #BebasSampah2020. Mungkin cita-cita bangsa ini ingin bebas dari sampah di tahun 2020. Bisakah demikian? Tentu bisa jika kita sama-sama bergerak.

Jangan sampe ada yang mikir bilang. “Ah masih lama kok, kan 2020” Mungkin itu pernyataan yang salah yang wajib kita luruskan. Seharusnya di mulai dari sekarang karena faktanya memang sangat mengkhawatirkan. Negara Indonesia menjadi peringkat 2 di bawah china yang menjadi penghasil sampah terbesar. Sangat mengkhawatirkan bukan?

Masih belum mau bergerak?! Mungkin udah ketutup pikiran kotor kali ya?

Faktanya Lebih dari 1 trilyun sampah plastik di gunakan setiap tahun di dunia (Menurut Earth Policy Institute), gila!!! Banyak banget.!!
Hebatnya lagi sampah plastik ini sangat sulit terurai. Gue liat dari beberapa sumber dinyatakan bahwa dalam keadaan baik dengan kepadatan tinggi, membutuhkan waktu lebih dari 20 tahun untuk terurai. Jika dalam keadaan kurang ideal (tempat pembuangan sampah misalnya), butuh waktu lebih dari 500 tahun untuk plastik dapat terurai (Menurut Sciencelearn.org). Sangat mencengangkan bukan!

Nah, oleh karena semakin mengkhawatirkannya sampah plastik bagi seluruh makhluk hidup. Kemarin bertepatan dengan hari sampah nasional Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberlakukan sistem kantong plastik berbayar yang akan di ujicoba di 22 kota di seluruh Indonesia.

KLHK memberikan harga minimal sebesar Rp 200. Namun sejumlah kota ada yang menetapkan harga yang lebih tinggi agar mau merubah kebiasaan dengan membawa tas belanja sendiri dari rumah yang ramah lingkungan tentunya.

Mungkin banyak yang pernyatan di luar sana yang kayak gini.
“Ah.. cuma 200 mah kecil, daripada repot-repot kan” Sebenernya bukan masalah kecil atau besarnya harga. Menurut gue disini pemerintah ingin merubah pola kebiasaan dengan membawa atau menggunakan tas belanja yang ramah lingkungan. Klo terlalu besar juga akan membebankan rakyat yang sudah kena candu sama yang namanya kantong plastik. Mungkin ada yang sakau klo sehari gak liat kantong plastik. Mungkin si...

Mungkin ada juga cuitan begini dari masyarakat “Kok, gak sekalian di tutup aja sih perusahaan yang bikin kantong platik, klo emang ngerusak?”
Ya mungkin itu bisa aja di lakukan pemerintah. Namun yang bergantung pada sektor ini jelas tidak sedikit bukan? Jika benar langsung di tutup akan menambah permasalahan baru. Gue aja yang pengangguran belum dapet kerjaan, eh udah nambah lagi masalah negeri ini. Gue yang pernah belajar sedikit tentang ekonomi, dimana hukum permintaan dan penawaran akan selalu berhubungan. Jadi gini, dengan kita tidak memakai kantong plastik, jelas perusahaan tadi lama kelamaan juga akan bangkrut dengan sendirinya karena permintaan masyarakat menurun drastis, atau mereka yang mampu bertahan dengan mengganti kantong plastik dengan kantong-kantong yang ramah lingkungan. Lebih bijak bukan? ^_^

Jujur... gue nulis ini bukan sok bijak atau gimana. Bahkan bisa dibilang gue sakau klo gak pake kantong plastik seharian. Gue juga baru tau dampak yang mengerikan tentang bahaya dari kantong plastik setelah liat di televisi. Makanya gue pengen berubah, minimal sedikit mengurangi.


Di tempat gue tinggal juga belum menerapkan kantong plastik berbayar kok. Tapi mungkin bukan menjadi alasan untuk gue dan kalian semua tidak ikut dalam pergerakan yang sangat positif ini. Gerakan yang akan membawa manfaat besar bagi bumi kita tercinta. Minimal mampu merubah kebiasaan kita untuk menjaga dan melestarikan alam tercinta. Semoga cita-cita bangsa ini yang memimpikan bebas sampah di tahun 2020 dapat tercapai dengan baik. Aamiin...


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel